[EnjoyJakarta] Kuliner Tepi Pantai, Sapa Suka Boleh Ikut


Kuliner Tepi Pantai
Bekerja di kawasan Ancol membuat saya lebih sering ke pantai karena di Bandung, kota halaman saya, tidak ada pantai. Saya pun mulai terbiasa dengan suasana panas di Jakarta. Terlebih lagi kantor saya yang letaknya hanya beberapa meter dari garis pantai Laut Jawa membuat saya sering melihat laut dari lantai atas kantor. Di sana juga terlihat jelas wahana Bianglala, Dufan. Selama bekerja di Jakarta terkadang saya dan teman-teman kantor mengisi waktu istirahat ke tempat wisata Ancol. Tentu tidak untuk ke wahana-wahananya karena waktu istirahat hanya 1 jam. Biasanya kami makan siang saja.

Suatu kesempatan bos saya mengajak saya dan teman-teman satu divisi untuk makan siang ke salah satu restauran di Ancol, namanya Seaside Suki. Restoran seafood ini letaknya di Jalan Pantai Indah sebelah Bandar Jakarta. Berada di pertengahan dari pintu gerbang di Jalan Marina menuju Pantai Carnaval. seperti ini rutenya:
Rute dari kantor ke Seaside Suki, Ancol
(dibuat dengan Google Maps)


Kami mencari tempat duduk di pojok dekat dengan bantaran pantai dan saya memilih duduk paling ujung. View di sana bagus sekali. Dari tempat saya duduk, ke tanggul pembatas dibatasi dengan tembok setinggi paha orang dewasa. Saya bisa dengan puas melihat laut dan air di tepiannya masih cukup jernih untuk dapat melihat ikan-ikan kecil dan hewan laut kecil lainnya. Ada yang berkelompok dan ada juga yang soliter. Beberapa kepiting kecil naik ke permukaan. Sesekali hewan pantai sejenis jangkrik bermunculan di sela-sela batu penahan gelombang pantai. Menakjubkan. Di siang hari saja terlihat mengagumkan. Bagaimana dengan atmosfer malam hari? tentunya lebih mempesona.

Kami bersepuluh dipesankan paket All You Can Eat. Paket ini kalau weekday bisa dapat diskon. Unik juga peraturannya dimana kalau tidak menghabiskan semua makanannya maka diskon tidak berlaku. Keasyikan mengamati keelokan hewan-hewan laut yang kecil, menunggu pesanan pun tidak terasa. Dan jreng-jreng banyak sekali ternyata saudara-saudara. Beraneka jenis seafood beserta olahannya, tofu, olahan daging, jamur, dan aneka sayuran. Hot pot-nya kami bagi dua jenis: original kaldu yang gurih dan tom yum yang asam-pedas. Celup-celup dan kunyah-kunyah. Yummie.. Selain All You Can Eat ada pula menu ala Carte seperti nasi goreng, Seafood, dan mie. Untuk minuman tersedia: jenis mocktail, squash, tea, coffe, soft drink, juice, dan beer dengan rentang harga 5.800 - 45.000. Paket yang kami pesan sudah termasuk 2 pietcer tea jadi itu sudah cukup. Di detik-detik terakhir, perut saya sudah tidak cukup menampung begitu pula dengan teman-teman. Walau ada beberapa di antara kami yang hobi makan tetap saja kami kewalahan menghabiskan makanan. Tak kuat menghabiskan, kami pun beristirahat sejenak untuk kemudian lanjut santap kembali, menghabiskan makanan yang tersisa. Untung kami tidak memesan Dessert, wong paket ini saja sudah lebih lebih dari cukup. Lama juga kami menghabiskan porsi makanannya ditambah ngobrol ini-itu. Sampai lupa waktu tahu-tahu sudah menjelang bubaran kantor. Alhasil kami pulang dengan perut membuncit dan berjalan layaknya orang hamil tua :p

Begitu lah sedikit cerita saya di Jakarta, tambah seru bersama teman-teman. I enjoy Jakarta. Do you?

Comments

Popular posts from this blog

Interview Skype

#Early2013Wish: Wisata Ke Selangor

2 Jam Bersama Miljan Radovic & Bobotoh