2 Jam Bersama Miljan Radovic & Bobotoh


Sebagai bentuk kecintaannya terhadap bola dan Persib, Miljan Radovic membuat sebuah buku yang menceritakan kehidupannya dengan sepak bola dan perjalanan berkarirnya terutama di Persib. Buku yang berjudul “Miljan Radovic, Selangkah Lebih Maju” ditulis oleh Istrinya, Jelena Radovic. Saat awal-awal bergabung dengan Persib, Miljan sudah memiliki rencana untuk membuat buku tentang sepak bola yang khusus ditujukan untuk Bobotoh Persib. Namun waktu itu Miljan belum tahu kapan waktu yang tepat untuk meluncurkan bukunya tersebut. Ketika akhir musim ini, dia tidak bermain di persib lagi banyak yang menyayangkan hal itu. Dan saya pun demikian. Tentu bukan keinginan dia Saya tahu dari bagaimana perasaannya tidak diperpanjang lagi di Persib, Miljan merasa kaget karena baginya Persib sudah menjadi bagian dari hidupnya. Perasaan kecewa pun tidak hanya Miljan yang rasakan namun bobotoh pun merasakan hal yang sama, bahkan sangat menyeyangkan hal itu. Sebagai seorang yang memiliki pribadi positif, Miljan selalu berpikir positif dan berusaha untuk mengambil hikmahnya.
Launching Buku digelar pada 20-12-2012 di BIP yang dimulai pukul 13.00. Malamnya sbeelum launching buku, saya dan sembilan bobotoh yang beruntung diundang meet n greet dinner bareng Miljan. Kesempatan tentu tidak saya sia-siakan. Biasanya saya yang hanya menonton tendangan-tendangan cantik nan mematikan dari Miljan akhirnya bisa ketemu langsung dengannya. Bagaimana saya bisa mendapatkan tiket emas untuk dinner bareng Miljan Radovic? Ini berawal pemberitaan di twitter yang menginformasikan bahwa Miljan Radovic akan meluncurkan bukunya. Dan selang beberapa hari saya ikuti info tersebut. Diinfokan bahwa akan ada 8 orang terpilih yang bisa meet and greet bareng Miljan. Tak mikir-mikir, saya langsung pre-order buku itu. Sebagai penggila buku dan mengetahui salah satu idolanya membuat buku maka saya langsung berminat membelinya. Awalnya tidak berharap banyak juga untuk bisa dinner bareng yang penting beli saja dulu bukunya karena toh pasti banyak banget yang ingin ketemu juga, Hingga saya dapat sms dan telp dari Admin-nya bahwa saya dapat kesempatan itu. Alhamdulillah.
Saat sesi pre-launching itu saya mendapat penghargaan yang baik untuk memberikan sambutan sebagai perswakilan dari bbooth yang diundang. Saya tebtu tidak mempersiapkan ini karena pada walnya yang diminta adalah teman yang lain namun ketika MC memnita perwakilan dari boboth dengan menyebut nama saya. Saya terdiam dan hampir ingin menolak karena saya tidaktahu apa yang akan saya ucapkan. Namun menolak ini sama dengan tidak sopan dan kapan lagi diberi penghargaan untuk “ngomong” di depan Miljan Radovic. D=Akhirnya dengan terbata-bata tanpa persiapan saya sampaikan apa yanga da dalam hati dan kepala saja. Kalau tahu gini kan saya akan mempersiapkan sebaik mungkin J hehehhe. Samabutan lain diberikan oleh perwakilan Viking, Ayi Beutik. Dan dituutp dengan sesitanya jawab.
Selama 2 jam acara itu diisi dengan bincang-bincang ringan, pre-launching yang diisi oleh Kang Hari dari Butterfly, manajemen Bumbu Desa. Sambil menunggu soft-launching dan tamu datang, kami bobotoh bercakap-cakap ringan dengannya. Dari obrolan singkat itu, saya bisa menangkap bahwa seorang Miljan adalah seorang yang low-profile, disiplin, dan pekerja keras. Dan yang perlu saya banggakan adalah cara dia menggembirakan kami. Para penggemar itu tidak hanya 1-2 kali saja meminta foto tapi banyak. Dan apa yang saya lihat dari raut wajahnya tidak menunjukkan lelah, capai, atao kesal sama sekali. Belum lagi diminta tanda tangan di beberapa item yang penggemar bawa. Tentu sangat banyak yang membikin pegal tangan. Dan sebelumnya Miljan menandatangani buku sebanyak 1000 ekslemplar. Salut akan itu.
Saat dinner, keberuntungan lagi buat saya karena saya duduk percis di sebelah Miljan J dan kebanggan tersendiri karena saya diambilkan tahu pepes dan dibukakan daun pisang pembungkusnya. What a great of life. Saya baru menyadari dan baru bisa merasakan “oH gini toh rasanya ketemu idola”. Pernah suami saya ketemu anggota band favotirnya di Bali. Dan kejadian itu berlangsung di WC. Maka suami saya pun meminta foto di WC itu juga. Malam itu saya merasakan apa yang suami saya rasakan ketika bertemu dengan band idolanya dan mengabadikan moment itu dnegan berfoto. Dan merasakan apa yang selama ini sebagai penggemar bila ketemu idolanya yang saya lihat di tv-tv begitu histeris. Tapi saya masih mengontrol itu. Saya sebenarnya tidak begitu memiliki banyak idola artis/tokoh. Mungkin hanya cukup Miljan Radovic saja dan beberapa pemain Persib lainnya.
Dari Buku yang tebalnya tidak lebih dari 90 lembar itu, saya banyak mengambil nilai. Kemahiran setiap tendangan yang saya tonton di layar kaca saat pertandingan bukan hanya dari bakat darah ayahnya saja tapi justru besar karena kerja keras, lathian, disiplin yang ia lakukan dari masa kecilnya.
Nilai yang penting bagi saya adalah pandangan positif yang ia punya terlebih saat mengahdapi maslaah besar sekalipun. Seperti yang tertulis dalam suatu awal paragraf di halaman tertentu “Itulah mengapa kebajikan terbesar adalah menerima segala kenyataan hidup dengan santai dan hati yang lapang, tetapi selalu menjalananinyadengan sungguh-sungguh.”
Saat dinner beberapa pertanyaan sempat terlontarkan pada beliau, pertanyaan standar seeprti favorit-favorit, bagaimana dia menjaga kesehatan. Diselingi dengan percakapan Kang Harry, saya mengetahui bahwa dia seorang profesional dan berdedikasi untuk selalu bersifat profesional.
Terima kasih pembelajarannya Kang Miljan Radovic. Terima kasih pula pada Tim Manajemen Buku Radovic yang telah memberikan kesempatan meet n greet J Sukses selalu.

Comments

Popular posts from this blog

Interview Skype

#Early2013Wish: Wisata Ke Selangor